
Perempuan adalah ladang.
Dimana laki-laki sebagai penggarapnya. Semakin subur ladang itu, semakin giat laki-laki menggarapnya. Tapi semakin gersang ladang itu, tak segan kaum lelaki menggarap ladang lain tanpa memperhatikan ladang yang ia tinggalkan.
Begitulah kita, kaum perempuan. Semakin kita mandiri, semakin subur kaum lelaki 'menghargai' kita. Harga kemandirian yang kita bayar sangat mahal. Kita kehilangan tempat bersandar, berteduh, bertopang, bernaung, bahkan kasih sayang kelembutan yang kita harapkan dari pendamping kita. Kemandirian untuk meringankan beban kaum lelaki sebagai penanggungjawab ekonomi malah sering kali sebagai bumerang bagi kita, kaum perempuan.
Banyak dari kaum lelaki memanfaatkan ketiadaaan fungsi perempuan sebagai isteri untuk berselingkuh. Kemandirian perempuan malah dijadikan 'senjata' untuk memojokkan. Memang, kaun perempuan bekerja dan berkarya tidak semata-mata untuk mencari uang, tapi juga sekaligus untuk mencari kepuasan batin untuk lebih dihargai dalam berkekspresi. Namun, bukan berarti itu menjadi alasan menuduh perempuan arogan, egois, dan penentang martabat.
Perempuan tidak menuntut agar kaum pria menghargai mereka dengan rasa hormat, tapi cukup dengan pengertian dan dukungan nyata sangat meringankan tugas dan pekerjaan mereka. Tidak ada salahnya jika kaum lelaki tidak malu untum mencuci atau menyetrika baju, mengepel, memasak atau sekedar melap meja. Itu adalah satu bentuk pengertian dan dukungan yang cukup luar biasa. Tapi mengapa enggan mereka lakukan?
Sampai kapan perempuan berhenti tidak hanya sebagai 'ladang' yang bisanya hanya digarap dan digarap?
Saturday, November 8, 2008
Karena kamu "Lelaki"
Post by Dewi Febsuri di 6:49 AM 0 komentar
Lagu
Someone I love
I love you
someone who stolen my heart
from such along time
until sun would never come
I love you for all my heart
from holding my breath to give it to you
I love someone
who saw me invisible
You stole my heart
spread your wings and fly away
leave me here
hurt and alone
I miss you
I miss my heart
I miss my kiss with those lips
I miss my love making out with you
I miss that voice inside my ear
I miss your body and ever inches of you
But never come
never happen
something has change
I left you
And now you are here with me
front of me
and just starring at me
and thinking
who's that little angel you're holding with?
this is my baby..
This is yours..and mine
I made it with others
But I made it with your love and passion..
Post by Dewi Febsuri di 6:44 AM 0 komentar
Friday, November 7, 2008
Menjaga isteri tetap tegar
Dua, ucapkan perkataan sayang sekurang-kurangnya sekali sehari. Perempuan itu amat suka perkataan yang demikian tetapi lelaki sering kali melupakan ucapan keramat itu sejak sudah menikah. Ingat, kata sayang itu ampuh buat menyegarkan cinta istri. Kalau diibaratkan dengan bunga, kata sayang itu ibarat air yang menyejukkannya.
Tiga, apabila isteri menunjukkan sesuatu kesan, seperti berpakaian cantik atau sinyal lainnya, lelaki perlu peka bahwa ada sesuatu yang ingin disampaikan isteri kepada suami tersayangnya.
Empat, pakai pakaian yang cantik dengan wewangian yang memikat ketika bersama isteri karena isteri sangat suka sesuatu yang harum dan menyegarkan. Sering kali lelaki lupa tanggung jawab mereka dan asyik menyalahkan isteri terutama yang sudah lama menikah.
Lima, jangan terus mengutuk atau mengkritik jika makanan yang dimasak isteri kurang sedap, tawar atau asin. Sebaiknya beri teguran yang lembut yang tidak menyinggung isteri. Katakan ucapan sakti yaitu kata-kata sayang yang melembutkan hatinya.
Enam, untuk menghidupkan suasana romantik terutama pasangan yang lama menikah, apa salahnya sesekali hadiahkan mawar merah untuk isteri tercinta.
Tujuh, sering kali lelaki yang mempunyai anak kurang mempedulikan isteri dan mempunyai waktu yang lebih untuk anak. Coba bagikan waktu sama rata antara anak dan isteri. Baca Selengkapnya..
Label: Perempuan
Post by Dewi Febsuri di 8:22 PM 0 komentar
Thursday, November 6, 2008
Perempuan dalam budaya minang kabau
Tidak ada sejarahnya wanita minang kemayu atau nrimo. sejak dulu hingga sekarang wanita minang selalu digambarkan gesit, pintar, berani mengeluarkan pendapat,dan penganut kesetaraan gender. Maklum dalam adat minang kabau yang matriarkat, merekalah pengemban tugas limpapeh rumah gadang atau penjaga rumah adat leluhur.
Namun seiring zaman, makin banyak wanita minang terutama yang tinggal di kota kota besar tak lagi peduli pada tradisi leluhur
Limpapeh
Tiang tengah pada sebuah bangunan dan tempat memusatkan segala kekuatan tiang tiang lainnya, apabila tiang tengah ini ambruk, maka tiang lainnya ikutan jatuh berantakan. dengan kata lain " perempuan di minang kabau merupakan tiang kokoh dalam rumah tangga.
Demikian indahnya perumpamaan peran seorang perempuan minang ,yang mengandung anak keturunannya dalam suatu pertalian darah yang berlanjut secara turun temurun dari garis peribuan, yang digambarkan dalam suatu bahasa kalbu yang dikenal dengan sebutan petatah petitih minang kabau.
Dalam adat dan budaya minang, agar kecintaan dan penghargaan kepada kaum wanita selalu ada dalam kehidupan masayarakat,maka kedudukan perempuan di minang kabau mendapat tempat yang sangat mulia dan terhormat.
Kedudukan perempuan minang laksana tulang rusuk bagi kaum lelaki, ia tidak diletakkan dikepalanya untuk dijadikan atasan, tidak pula diletakkan di kaki untuk dijadikan bawahan, melainkan ia diletakkan disisi kaum lelaki.
Sourch : dari berbagai sumber
Label: Gue banget nih...
Post by Dewi Febsuri di 4:38 AM 0 komentar
Demam berdarah

Demam berdarah masih mengintai
Memasuki musim penghujan, ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali mengintai. Berikut pertanyaan yang sering muncul tentang penyakit ini:
Apa itu DBD?
Demam berdarah adalah penyakit infeksi virus. Di Indonesia, terdapat 2 jenis virus pemicu penyakit ini, yakni virus chikungunya dan virus dengue. Virus dengue adalah penyebab terpenting demam berdarah, sehingga penyakit ini dikenal sebagai demam berdarah dengue.
Apa penyebabnya?
Nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini menyerang sistem pembekuan darah. Ini bisa diketahui dari turunnya kadar trombosit dalam darah. Darah yang tidak bisa membeku akan mengakibatkan perdarahan.
Benarkah nyamuk Aedes aegypti satu-satunya penyebab?
Tidak! Nyamuk Aedes albopictus juga bisa menularkan DBD. Bedanya, nyamuk ini hidup di luar rumah/sekolah. Bisa saja, si kecil digigit ketika asyik bermain.
Kelompok usia berapa yang paling berisiko tinggi?
Usia 4-10 tahun. Daya tahan tubuh anak usia ini memang belum sekuat orang dewasa. Nyamuk Aedes aegypti, terutama betina dewasa, paling hobi menggigit pada pagi dan siang hari. (Nyamuk betina perlu darah untuk bertahan hidup dan berkembang biak). Padahal, balita masih perlu tidur atau anak sekolah sedang belajar di kelas pada jam-jam tersebut! Nyamuk penyebab DBD memang senang bersarang di tempat lembab, gelap, dan ‘berbau’ manusia.
Apa gejala awalnya?
Tidak khas sih, namun anak tiba-tiba saja demam (sekitar 38,5-40OC), nyeri perut, lesu, serta perdarahan kulit (bintik merah).
Gejala lain: Sakit kepala, tubuh serasa ditusuk-tusuk, atau kejang. Gejala ini terjadi pada hari ke 1-3.
Adakah gejala lanjutan?
Ada, dan muncul pada hari ke 3-5. Catatan: Ini merupakan masa-masa paling genting, sebab anak kelihatannya sudah sembuh!
Selain demam hilang, ia sudah mau makan/minum dan bermain. Bila demam hilang, namun anak tetap lesu, gelisah, enggan makan/minum dan nyeri perut, ini tanda awal syok. Syok agak berat bila kesadarannya menurun, sesak napas, tubuh dingin dan lembab, kuku dan bibir kebiruan, dan sebagainya. Syok sangat berbahaya, sebab organ tubuh bisa kekurangan oksigen.
Akibatnya fatal, yakni menyebabkan kematian dalam waktu singkat!
Benarkah penderita akan sembuh dengan sendirinya?
Benar. Kondisi ini memang khas dari penyakit infeksi virus. Pada DBD, sakit pada hari ke 6 dan berikutnya adalah masa penyembuhan. Selain suhu tubuh si kecil normal, biasanya sudah tidak ada perdarahan baru.
Kapan anak harus segera dibawa ke RS?
Bila demam tinggi (di atas 39OC), tidak bisa makan/minum, nyeri perut hebat, muntah terus, perdarahan hebat, syok, dan sebagainya.
Catatan: Beritahu petugas bahwa anak mungkin menderita DBD, sehingga bisa segera ditangani dengan tepat.
Apa yang bisa dilakukan dulu di rumah?
Pertama, berilah minum yang banyak, terutama air berelektrolit. Karena demam, penguapan akan lebih banyak dari biasanya.
Kalau si kecil tidak minum apapun, bisa-bisa ia kekurangan cairan. Kedua, turunkan panasnya. Misalnya, dengan memberi obat penurun panas (sesuai petunjuk dokter) dan kompres hangat.
Ini fakta terkini
Departemen Kesehatan (tanggal 13 Februari 2007): DBD menjangkiti 16.803 orang (267 orang di antaranya meninggal).
Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan: Jumlah penderita yang besar terdapat di 7 propinsi,
yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatra Selatan, Kalimantan Timur, Lampung, dan Banten.
Label: Artikel
Post by Dewi Febsuri di 3:39 AM 0 komentar
