Blog aku yang satunya lagi

Friday, November 28, 2008

Guru tak curiga,pakaian sekolah rapi

Tersangka Dijenguk KPAID dan Guru Konseling


TANJUNGPINANG (BP) - Berita siswi salah satu Sekolah Menengah Atas di Tanjungpinang yang hamil, melahirkan, dan membuang bayi di selokan depan rumahnya, Sabtu (22/11) lalu membuat heboh warga Tanjungpinang. Tak pelak, pihak sekolah yang mengetahui berita setelah diekspos media pun merasa ’’tertampar”. Darson, Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum di sekolah tempat SK menyayangkan peristiwa tersebut menimpa salah satu siswinya.

Dituturkan Darson, selama ini, gadis berkulit putih berambut panjang yang merupakan siswinya itu tidak pernah menunjukkan perilaku yang menyimpang dan negatif di sekolah. ’’Sifatnya biasa saja di sekolah,” kata Darson kepada Batam Pos di ruang
majelis guru. Dengan postur tubuhnya yang ’’bongsor” pihak sekolah dan majelis guru yang ada pun tak pernah menaruh curiga kepadanya. Hal senada disampaikan guru studi Fisika, Masnur Waruwu.

’’Sejak awal dia sekolah, Agustus lalu, dia tak pernah menunjukkan perilaku yang aneh,” kata Mastur. Selama ini, majelis guru mengenalnya sebagai pribadi gadis yang baik dengan wajah yang manis yang tak pernah bosan untuk dilihat.

Di dalam kelas pun dia tak pernah menunjukkan tanda-tanda layaknya seorang yang hamil, seperti mual-mual dan sebagainya. ”Dia tetap mengikuti seluruh aktivitas sekolah dengan baik. Upacara maupun olahraga,” tambahnya.
Bahkan pakaian seragam yang dikenakan setiap hari pun selalu dipakai dengan rapi. ”Baju dimasukkan ke dalam dan tak lupa pakai ikat pinggang,” imbuhnya. Pakaian seragam pun tak bertukar, tetap sama dengan pakaian seragam yang diberikan pihak
sekolah.

Demikian juga halnya dari segi prestasi di sekolah, tak ada yang mencolok. ”Nilainya sama saja dengan teman-teman lainnya,” ulasnya.

Sementara itu, guru bidang studi geografi, Eka Wahyudi menuturkan, di sekolah SK termasuk anak yang pendiam. ”Dia tak pernah banyak berkomentar,” kata Eka. Hal ini pun dituturkan, Kiki, salah satu siswa kelas satu yang satu angkatan dengan SK. Kendati tak mengaku terlalu mengenal SK dengan baik, namun Kiki dan teman satu sekolahnya mengenal SK adalah sebagai siswa yang pendiam. ”Tapi dia baik, tidak sombong,” tuturnya.

Selama satu sekolah dengannya, Kiki mengatakan, SK tak pernah keluar kelas jika jam istirahat. ”Dia selalu saja di dalam kelas bersama teman yang satu sekolah waktu SMP dulu serta kakak perempuannya yang kebetulan satu kelas,” ulasnya. Teman yang beda kelas itulah yang biasanya selalu datang menghampiri SK ke dalam kelas.
Ditambahkan Darson, kendati secara administrasi, SK akan dikembalikan kepada kedua orang tuanya, namun Darson mengatakan, pihak sekolah tak kan henti memberikan dukungan dan semangat untuk memperkuat mental SK. ”Bagaimanapun juga dia tetap anak didik kita,” tegasnya. Dia tak akan kami biarkan terpuruk dalam kesedihan. Selaku guru akan tetap memberikan dukungan dan tak pernah mengucilkannya. ”Hari ini saja (kemarin, red) guru bimbingan konseling dan guru agama datang menjenguknya,” tukasnya.

Dan untuk ke depannya, hal ini tentulah menjadi pembelajaran bagi pihak sekolah untuk lebih bisa mengawasi peserta didiknya. Darson juga mengharapkan kepada seluruh temannya agar tak akan pernah sekalipun mencemoohkan ataupun mengucilkannya.

Wawako : Kepedulian Harus Dibina

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Edward Mushalli mengatakan, dengan adanya kejadian yang dilakukan dan dialami SK adalah suatu cobaan bagi semua. Maka sudah sepatutnyalah hati kita, selaku orang tua dan seluruh masyarakat yang ada di Tanjungpinang ini peduli terhadap lingkungan sekitar.

“Peristiwa ini biarlah kita ambil hikmahnya,” seru Edward usai acara pembukaan pelatihan kesehatan bagi pelang merah tingkat SMP dan SMA di Hotel Sampurna Jaya.

Untuk itu, Edward mengharapkan kepada seluruh orangtua agar bisa menjalin komunikasi yang erat antar anak dan orangtua. ”Jangan anak kata anak dan orangtua kata orang tua,” tuturnya.
Demikian juga halnya dengan pihak sekolah, agar bisa memberikan pengarahan kepada peserta didik tentang bahanyanya prilaku menyimpang yang tak semestinya dilakukan oleh pelajar. Dan tentunya saja, pengarahan tersebut dapat diberikan disela pelajar.

Disamping itu, Edward juga menyampaikan, hal ini tentunya tidak terlepas dari peran serta masyarakat. “Seluruh warga masyarakat.” tegasnya. Pasalnya apapun yang terjadi di lingkungan sekitar, itu tanggung jawab bersama. Maka ketika ada sekelompok pemuda yang mabuk-mabukan dilingkungan sekitar, masyarakat sekitar harus sigap mengatasinya.

Setelah Rekonstruksi, SK Tahanan Luar

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kepri, Putu Elvina Gani SPsi menyebut, Kapolsek Bukit Bestari AKP Arifin Efendi sangat membantu proses pmeriksaan terhadap SK (15), siswi Tanjungpinang yang membuang bayi hasil hubungan gelapnya dengan MN, pacar yang pernah menjadi teman sekolahnya. Direncanakan setelah dilakukan rekontruksi atas kasus tersebut, SK diperbolehkan menjadi tahanan luar.

Menurut Putu, sedianya Rabu (26/11) Polsek Bukit Bestari Tanjungpinang akan menggelar rekonstruksi atas kasus tersebut. Tetapi rencana tersebut batal dilakukan karena kelengkapan pihak polisi yang belum siap. ”Saat ini anak masih di ruang khusus di Polsek Bestari,’’ ujar Putu lagi. Perempuan berjilbab ini menyebut pihak KPAID meminta agar rekontruksi tersebut dilakukan secara tertutup.

Dalam upaya memberikan perlindungan hukum terhadap anak, Putu mengaku dirinya telah bertemu dengan SK, keluarga maupun pengacara yang sebelumnya telah ditunjuk keluarganya. Saat ini pihaknya sedang mengupayakan agar dilakukan penahanan luar.


Menurutnya kondisi SK dalam keadaan schok. ”Kalau saya perhatikan trauma sih tidak, tetapi schok,’’ ujar Putu yang menilai schok yang dirasakan SK adalah hal yang wajar dengan musibah yang dialaminya Selama proses pemeriksaan, Putu menilai perlindungan yang diberikan kepada SK sudah cukup baik. ”Kita tinggal memantau saja hingga proses hukum berjalan, dengan dasar kepentingan terbaik untuk anak tetap diberikan’’ ujar Putu


Selama proses berjalan, KPAID mengupayakan agar SK tetap mendapatkan hak-haknya, terutama hak pendidikan. Sekolah diharapkan dapat menyikapi secara wajar terhadap kasus ini.Permasalahan anak, ujar Putu, adalah permasalahan kolektif. Tidak saja bagi pelajar atau anak yang berkonflik dengan hukum itu sendiri melainkan keluarga, sekolah juga masyarakat.

”Ini berarti ada pendidikan yang salah bagi si anak. Baik dari keluarga, sekolah dan masyarakat’’ ujar Putu.
Masyarakat diharapkan tidak memberikan stigma negatif terhadap anak tersebut karena dalam kasus anak yang menjadi pelaku, justru anak tersebut merupakan korban dari lemahnya pengawasan lingkungan, yang tidak kondusif di tengah kuatnya informasi global.

Sekolah-sekolah, ujar Putu, perlu memberikan seks edukasi untuk menghindari bahaya perilaku seks bebas di kalangan remaja yang beresiko terhadap berbagai penyakit dalam organ reproduksi, aborsi yang berakhir dengan proses hukum dan masalah moral lainnya.

Penyidikan Wajib Dirahasiakan
Berdasarkan UU No 3 tahun 1997 tentang Peradilan Anak, pelajar putri yang diduga membunuh bayinya sendiri termasuk kategori anak nakal. Itu sesuai dengan pasal 1 ayat (1) UU tersebut karena usianya di atas 8 tahun dan di bawah 18 tahun. Karena
masih anak-anak maka sesuai pasal 42 ayat (3) penyidikannya wajib dirahasiakan.

Dalam pemeriksaannya, penyidik juga meminta pertimbangan atau saran dari pembimbing kemasyarakatan. Jika perlu juga pertimbangan dari ahli pendidikan, ahli kesehatan jiwa, ahli agama atau petugas kemasyarakatan lainnya. Selain itu ancaman hukumannya hanya setengah dari pasal 341 KUHP yang maksimal 7 tahun penjara.

Dengan demikian ancaman maksimal untuk pelajar putri itu adalah 3,5 tahun, dan ini sesuai pasal 26 ayat (1) UU No 3 tahun 2007. Karena ancaman hukuman untuk perbuatan itu di atas 5 tahun, maka pelaku ini juga wajib didampingi pengacara.

”Selain sebagai pelaku, dia juga sebagai korban. Sebab, dia masih kategori anak-anak dan tidak menginsyafi akibat dari perbuatan yang dilakukan. Sebab itu, dalam UU tersebut mereka disebut dengan anak nakal dan bukan pelaku kriminal.

Walaupun secara materi memang melakukan tindak kriminal,” kata Edi menjawab Batam Pos, Rabu (26/11).

Dalam proses peradilannya pun, pelaku kriminal anak-anak disidangkan secara tertutup. Kemudian, seluruh perangkat peradilan seperti hakim, jaksa, pengacara tidak boleh memakai toga.
Untuk hukumannya juga berbeda dengan pelaku kriminal biasa. Untuk pelaku kriminal anak-anak ini sesuai pasal 23 ayat (2) UU No 3 tahun 1997 pidana pokoknya, adalah pidana penjara, pidana kurungan, pidana denda dan pidana pengawasan. Jika dipidana penjara, maka lembaga pemasyarakatannya dilokalisir dan terpisah dari pelaku pidana umum lainnya. (git/cr10/lis)

Sumber : batampos.co.id



Televisi faktor terbesar terjadinya seks usia dini
Baru baru ibi, Maraknya kasus pelecehan dan yang terjadi terhadap anak anak dan remaja, membuat aku tergelitik untuk

mencari tahu tentang faktor yang memicu terjadinya hal tersebut diatas.

Inilah diantaranya :
Terlalu banyak menonton televisi, rendahnya penghargaan terhadap diri sendiri, tingginya tingkat kekecewaan dan buruknya

hubungan keluarga dapat menjadi rumus yang meningkatkan perilaku seks dini di kalangan remaja, demikian hasil suatu studi

baru.

"Jika Anda mengumpulkan semua faktor tersebut, Anda dapat memperoleh perkiraan yang lebih kuat mengenai siapa yang

melakukan hubungan seks dan siapa yang tidak," kata Dr. Janet Hyde dari University of Wisconsin, yang memimpin tim

penelitian tersebut.

"Satu hal saja barangkali takkan menghasilkan itu, tapi dengan berlalunya waktu Anda akan memperoleh dua atau tiga faktor

resiko, keadaan mulai merosot," katanya.

Hyde dan timnya mempelajari 273 remaja yang berusia antara 13 dan 15 tahun. Sebanyak 15 persen dari mereka telah melakukan

hubungan seks dini.

"Anak-anak yang melakukan perbuatan seks dini sangat tak mungkin untuk menggunakan pelindung sehingga menambah besar

resiko kehamilan di kalangan remaja dan menderita penyakit yang menular melalui hubungan seks," kata Hyde.

Salah satu faktor terbesar bagi hubungan seks dini oleh remaja adalah menonton televisi, sebagian karena program televisi

menggambarkan tingkat seksualitas yang lebih tinggi buat remaja dan orang dewasa dibandingkan dengan yang ada dalam

kenyataan, kata para peneliti itu.

"Banyak ahli komunikasi mengatakan bahwa sewaktu kita menonton banyak bahan seperti itu, kita dibuat percaya bahwa itu

nyata. Dalam kasus ini, anak-anak yang banyak menonton TV percaya bahwa semua anak sebenarnya melakukan hubungan seks,

sehingga mereka akan melakukannya juga atau mereka akan merasa terasing," kata Hyde, yang melaporkan temuan timnya di

dalam Journal of Youth and Adolescence.

TV juga seringkali tak menggambarkan konsekuensi negatif hubungan seks, seperti kehamilan yang tak dikehendaki atau

penyakit yang menular melalui hubungan seks, katanya. Tetapi itu bukan satu-satunya faktor resiko bagi remaja untuk memulai

hubungan seks sebelum berusia 15 tahun.

Anak perempuan yang telah melakukan hubungan seks secara dini memiliki penghargaan diri yang lebih rendah, hubungan

yang buruk dengan orang-tua mereka, hidup bersama ibu tunggal atau orang-tua tiri, memperlihatkan tanda gangguan hiperaktif

kekurangan-perhatian (ADHD), tak berprestasi di sekolah, dan lebih banyak menonton televisi.

Anak laki-laki yang melakukan hubungan seks dini lebih lauh melewati masa puber, memiliki penghargaan diri yang rendah,

memperlihatkan tanda ADHD dan gangguan pembangkangan-penentangan (ODD), memiliki hubungan buruk dengan orang-tua

mereka dan juga lebih banyak menonton televisi dibandingkan anak laki-laki lain.

Para peneliti tersebut menyarankan agar semua faktor resiko mengenai seks dini oleh remaja ditangani dan orang-tua ikut dalam

proses itu, selain guru dan pembimbing. Mereka juga menyerukan dilancarkannya program pendidikan seks menyeluruh

sehingga remaja dapat melindungi diri mereka jika mereka melakukan hubungan seks.

"Jika kita memiliki pendidikan seks yang menyeluruh sehingga anak-anak benar-benar dapat memiliki pilihan yang mereka

ketahui dan melindungi diri mereka, itu adalah strategi yang jauh lebih baik," kata Hyde. (kpl/bun)
Sumber:kapanlagi.com

Baca Selengkapnya..

Tuesday, November 25, 2008

Ada apa dengan " Pink"

Disekolahnya Lala ( 2 th, 8 bulan )mulai belajar mengenal warna, aku mau tes ah..

Berikut petikan dialog aku dengan Lala sore ini:
Aku : Rambut Lala warnanya apa.. Hii
Lala : Tam
Aku : Pinter

Baju Lala Warnanya apa : Puuu
Lala : Tih
Aku : Pinter

Sepatu Lala Warnanya apa: Meee
Lala : Rah...
Aku : Pinter

Rok Lala warnanya apa :
Lala : Pink
Aku : Pinter

Berikutnya aku coba tanya lagi tanpa menyebutkan hurup awalnya :
Aku : Rambut Lala warnanya apa..
Lala : Pink
Aku : Bengong

Baju Lala Warnanya apa ..
Lala : Pink
Aku : Bengong

Sepatu Lala Warnanya apa
Lala : Pink
Aku : Bengong

Rok Lala warnanya apa :
Lala : Pink
Aku : Pinter

Nah loh.. kok semua warnanya jadi Pink ya.. Hahaha..
Aku jadi bingung Plus penasaran..

Ada apa dengan warna Pink ini ?
Jawaban Versi aku :
1 : Anak Perempuan memang identik dengan warna Pink
2 : Mungkin karena lafal/Pengucapan Pink adalah satu suku kata,
sehingga mudah diingat.

Atau.... Entahlah ( Bengong lagi )

Baca Selengkapnya..

Message of This Day

" Perempuan-perempuan yang keji untuk laki- laki yang keji, dan laki - laki yang keji untuk perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan yang baik untuk laki - laki yang baik dan laki - laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula)
Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (Surga)"

( Surah An-Nur Ayat 26)

Baca Selengkapnya..

Belajar sabar dan Ikhlas



Kata orang, ilmu yang paling susah di dunia ini adalah ilmu ikhlas. Ya, belajar ikhlas. Ikhlas. Jika kita terus berpikir tentang target kehidupan, yang sering terjadi adalah rasa tak sabar, mau melakukan apa pun untuk mendapatkan semua yang kita impikan, dan bernafsu ingin cepat-cepat meraihnya. Lalu, ketika suatu cobaan menghampiri, kita marah kepada diri sendiri. Menghukum diri sendiri . Bahkan marah kepada Tuhan dan menganggap tuhan tidak adil.

Biarkanlah waktu mengajarimu keikhlasan yang sesungguhnya. Yaitu ketika kita melihat di sekitar kita. Begitu banyak kesedihan dan kesakitan yang dirasakan orang-orang yang tidak seberuntung kita. Yang tak bisa makan tiap hari, yang tak punya tempat berteduh, yang tak punya pekerjaan yang layak, etc
Dari semua cobaan hidup yang aku alami, sampai saat ini aku merasa masih beruntung, aku yakin cobaan demi cobaan ini adalah ujian supaya kita belajar untuk lebih bersyukur “ Tuhan tidak akan memberikan cobaan diluar kemampuan manusia.”

Ikhlas pada semua ketentuan Tuhan tak akan membuat cita-cita kita tak tergapai. Hanya sedikit tertunda untuk saat yang lebih indah. Aku ingat,dulu betapa berat perjuangan aku untuk memperoleh keturunan, aku harus melewati tahap demi tahap yang sangat sulit dan menemui beberapa kali kegagalan sehingga aku hampir putus asa. Mengingat umur yang sudah tidak muda lagi sehingga pada saat itu aku terkesan ngoyo . Berbagai pengobatan aku jalani, Jakarta, Malaka dan S’pore yang semua proses tersebut sangatlah melelahkan Semua pengobatan aku jalani, baik secara medis maupun pengobatan alternatif.Yang tentunya membutuhkan biaya yang sangat besar . Syukurlah , pada saat itu aku diberi kemurahan rezeki sehingga semua proses terapi bisa aku jalani dan akhirnya berhasil..Thanks God

Cerita tentang seorang teman :
Sebutlah namanya Lina, aku mengenalnya sebagai tetangga kos sampai akhirnya ketika kami membeli rumah pun berbarengan dan bertetangga. Mereka adalah pasangan yang serasi dan mempunyai pendidikan serta karier bagus, terakhir sang istri menjabat sebagai direktur disalah satu lembaga pendidikan di Batam.

Saya masih ingat ketika ditempat kos dulu ketika saya berulang tahun, pagi pagi sekali mereka mengetuk kamar saya hanya sekedar ingin mengucapkan selamat Ulang Tahun sambil membawa kueh dan secarik kertas yang isinya “ selamat Ulang Tahun, God Bless u”.. Saya kaget dan terharu dengan perhatian mereka, entah dari mana mereka tahu bahwa hari itu saya berulang tahun.

Saat ini Lina adalah seorang ibu dengan dua anak lelaki yang masih kecil . semenjak saya pindah rumah dan serta masing masing sibuk dengan keluarga dan rutinitas pekerjaan ,komunikasi diantara kami terputus.
Mereka dikaruniai dua orang anak lelaki yang sangat Hyperaktif dan cendrung nakal , Menurut informasi ,tetangga sekitar rumah merasa takut bergaul dengan mereka, alhasil mereka sekeluarga jarang keluar rumah.
Sang suami pernah bercerita, untuk merubah kelakuan anaknya yang Hyperaktif tersebut mereka sudah pernah membawa mereka ke Psikiater anak yang ternyata Psikiater angkat tangan. Intinya “ Tidak bisa dirubah”. Salah satu cara untuk untuk merubahnya adalah memisahkan salah satu diantara mereka. Tetapi itupun sulit, pernah katanya ketika satu hari karena ada keperluan, salah seorang dari anak dititipkan kepada Family, tetapi karena kenakalannya, anak tersebut malah dipukul, sehingga mereka kapok menitipkan anak mereka ke orang lain.

Belum lagi masalah anak terselesaikan, tak ada angin tak ada hujan dan tak ada badai, tiga bulan yang lalu tepatnya sebelum lebaran,saya mendapat kabar yang cukup mengejutkan, sebuah kanker payudara stadium 3 merangkul lina.Dia sudah mencoba berbagai pengobatan secara medis, tetapi tidak berhasil, Saat ini dia berada di Jakarta untuk melakukan pengobatan secara alternative.
Terakhir sebulan yang lalu Lina pulang ke Batam menjenguk anak dan suaminya, sudah sangat kurus badannya. Dokter sudah mematoknya nggak bisa sembuh dan umurnya sudah tidak lama lagi.

Serta masih banyak lagi cerita cobaan demi cobaan yang dialami orang orang disekeliling aku yang bisa aku ambil hikmahnya, dan aku masih bisa bersyukur bahwa “ cobaan yang aku terima saat ini belumlah apa apa jika dibandingkan dengan cobaan yang mereka alami “

Sabar, sabar, ikhlas dan ikhlas. Kunci keindahan dalam hidup, dan kecantikan hati.
Tuhanlah yang Maha Mendesain hidup kita. Tidakkah kita berpikir bahwa dia punya rencana yang lebih besar?

Lalu lihatlah ke dalam dirimu. Tidakah kau temukan bahwa hidupmu jauh lebih indah?
Sepuluh tanda-tanda orang ikhlas:
1.Tidak mencari popularitas
2. Tidak menonjolkan diri.
3. Tidak rindu pujian
4. Tidak terkecoh pujian,
5. Tidak silau dan cinta jabatan,
6. Tidak diperbudak Imbalan dan balas budi,
7. Tidak mudah kecewa, tidak fanatik golongan,
8. Ringan, lahab dan Nikmat dalam Beramal,
9. Tidak egois , selalu mementingkan kepentingan bersama
10. Tidak Membeda-bedakan dalam pergaulan.


Jika saja kita bisa sedikit lebih ikhlas dalam menjalani hidup ini, sungguh akan menjadi ‘tiket’ menuju perilaku ikhlas. Sesuatu yang mungkin sangat akrab dengan keseharian kita.

Baca Selengkapnya..

Semangat Pengabdian

Oleh: Suyanto Suyadi

“Love your employees and respect them.
~ Cintailah dan berikan penghargaan kepada mereka.”

Loyaliyas - semangat pengabdian.

Semua kita setuju, manakala dikatakan bahwa kita harus customer oriented, berorientasi kepada pelanggan.

Pelanggan adalah nyawa atau sumber kehidupan bagi kita semua. Dengan mencintai pelanggan, Anda pun didorong untuk berkembang karena ketika Anda mencintai seseorang, pastilah Anda ingin memberikan yang terbaik. Dengan cinta pulalah, pelanggan kita akan menjadi orang-orang yang lebih loyal (customer loyalty) dan karyawan bekerja smart (cerdik) sehingga bisnis menjadi lebih sukses. Atasan menuntut setiap orang harus mencintai pelanggan dan membantunya. Pertanyaannya, bagaimana harus mencintai pelanggan kalau dirinya tidak diperhatikan atau dicintai atasannya?

Employees loyalty - kesetiaan keryawan.

Loyalty (loyalitas) berarti : kesetiaan, ketaatan, atau kepatuhan.

Timbul pertanyaan sekarang. Mengapa karyawan loyal? Atau sebaliknya, sering kita dengar betapa mudah seorang manajer mengatakan, ”Wah kalau itu sih … memang tidak ada loyalitasnya, motivasinya rendah, sering tidak masuk dengan berbagai alasan, sulit membantu pelanggan.”

Teringat acara service awards (acara pemberian penghargaan terhadap karyawan yang sudah bekerja dan setia memberikan pengabdiannya selama 25 tahun atau 9125 hari). Salah seorang penerima service award memberikan kesaksiannya, ”Sudah lebih dari 25 tahun saya menegabdi dan kalau saya bandingkan, jaman dulu rasa kebersamaan sesama karyawan tinggi sekali dan kita bekerja nggak kenal capai, serabutan, saling bantu satu sama lain. Sekarang … baru masuk sudah keluar lagi, gonta ganti manajer“.

Mengapa dahulu banyak karyawan yang patuh, taat, dan setia? Dan mengapa sekarang tidak? Bahkan masuk sebentar sudah keluar lagi untuk pindah ke tempat lain.

Masih bicara loyalitas, saya belajar dari puteri saya, Paramita (27 tahun) yang baru bekerja sebagai konsultan IT di sebuah perusahaan swasta di Jakarta selama tiga tahun. Selama tiga malam, dia tidak pulang dan memilih tidur di tempat kerja untuk menyelesaikan pekerjaan yang ditugaskan oleh atasannya. Pekerjaan yang dilakukannya adalah menyelesaikan proses perubahan sistem yang terintergrasi (integrated system ).

Saya mencoba menanyakan apa yang mendasarinya semua itu , dan jawabannya luar biasa !

“That is my responsibility,” katanya dengan santai.

Kemudian saya tanyakan kembali, “Apakah itu berarti kamu loyal kepada perusahaan?”

Ternyata jawabannya lebih menarik lagi.

“Bukan loyal, patuh, taat, atau setia pada perusahaan atau atasan … tetapi loyal terhadap diri sendiri. Bagaimana saat pertama bergabung sudah memberikan komitmen untuk memberikan yang terbaik. Keberadaan karyawan adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari keberhasilan organisasi,” katanya lebih lanjut.

Memang benar kita harus menyenangi pekerjaan yang diberikan di samping lingkungan kerja yang ada, seperti hubungan sesama rekan, terhadap bawahan maupun dengan atasan.

Masih belum puas, saya tanyakan kembali, “Bagaimana peranan atasan dalam membimbing timnya sehingga setiap orang bersedia melakukan itu semua?”



Puteri saya itu menambahkan, “Ya, itu karena contoh nyata. Walaupun sebagai owner sekaligus atasan atau pimpinan tim, dia selalu memberikan rasa hormat pada semua orang. Selain itu dia juga terbuka, mau menerima masukan dari semua orang, menghargai setiap individu, selalu memanggil nama, tidak menyalahkan serta menjadikannya setiap individu sebagai team player. Di samping itu, dia juga selalu membangkitkan semangat, memberikan dorongan bahwa di dalam hidup ini harus mampu berbuat sesuatu yang berarti untuk orang lain.”

Isteri saya yang pernah bekerja untuk pertama kali dan terakhir (pensiun dini selama dua puluh dua tahun di Astra), saya tanyakan hal yang sama tentang loyalitas karyawan.

”Bagaimana sampai bisa 22 tahun bertahan di Astra? Apa yang menyebabkan itu bisa terjadi?”

“Ya, pengabdian itu sebuah proses panjang. Yang saya rasakan, Astra hadir saat karyawan membutuhkan. Awal bekerja saja, banyak orang mengatakan: Enak ya bisa diterima di Astra, perusahaan yang mapan,” begitu ujarnya.

Lebih lanjut isteri saya mengatakan, ”Bekerja di Astra membuat semua orang betah dan merasa aman. Hal ini disebabkan oleh :
Gaji yang diberikan cukup untuk hidup, sehingga tidak merepotkan orang tua dan diberikan setiap bulan tidak pernah sekalipun terlambat
Penghargaan terhadap karyawan yang berprestasi dirasakan adil
Suasana kerja penuh keakraban, seperti berada di lingkungan keluarga, saling menghargai sesama rekan dengan atasan
Mendapatkan perlindungan saat karyawan sakit, biaya pengobatan diganti penuh, saat karyawan mengalami musibah kematian diberikan bantuan yang cukup
Ikatan karyawan yang menjadikan budaya apabila ada rekan yang dirawat di rumah sakit secara bersamaan mengunjunginya
Pemberian bonus dan tunjangan hari raya, yang memberikan tambahan penghasilan untuk kebutuhan lainnya atau untuk ditabung
Family day – hari bersama keluarga, bagi seluruh karyawan beserta keluarganya menikmati keceriaan

Saya pun merasakan itu, karena tahun 1975 sampai dengan 1985 di Astra lah tempat pertama bekerja. Setiap manajer mempunyai mind set – pola pikir mengikuti apa yang dilakukan oleh Oom William – panggilan akrab bapak William Suryajaya, pendiri Astra.

Setiap pagi sebelum menuju ke ruangannya, Oom William selalu ngobrol bersama orang-orang yang ditemuinya untuk menanyakan kesehatan baik dirinya maupun keluarganya. Bahkan makan siang bersama di kantin pun tidak ada sekat atau pemisah antara direksi dengan pengemudi. Semua makan dengan menu dan meja sang sama.

Makna Corporate Philosophy Astra
Filsafat perusahaan, yang merupakan nilai - nilai hakiki yang diyakini kebenarannya :
1. Best service to customer’s (memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan)
2. Respect for individual, not blame to the other’s (Menghargai sesama dan tidak saling menyalahkan)
3. Strive for excellence (Terus berusaha mencapai yang terbaik)
4. Improvement of team work (Meningkatkan kerja sama tim)

Untuk dapat memiliki loyalitas - semangat pengabdian, kesetiaan, adalah menanamkan semangat pada diri sendiri bahwa kita hadir di dalam organisasi untuk memberikan sesuatu yang kita miliki dan karena itulah kita mendapatkan imbalan .

Jadi jangan sekali-kali mempunyai pikiran bahwa kehadiran bekerja hanyalah “kuli “atau merendahkan diri. Disamping itu adalah pekerjaan itu sendiri. Kalau kita tidak meminati atau menyenangi tentu saja akan mengalami hambatan.

Teringat buku laris The 7 Habits of Highly Effective People – Stephen R. Covey, kemudian di dalam buku barunya The 8th habits. Habit – kebiasaan ke delapan yaitu “Find your Voice and Inspire Others to Find Theirs “.

Untuk mencapai greatness, anda harus bisa menemukan voice-suara anda, dan memberikan inspirasi kepada orang lain untuk menemukan voice nya masing-masing. Voice - adalah sesuatu yang unik yang dimiliki seseorang, dan itu bisa muncul ketika menghadapi tantangan besar .

Tantangan itulah yang menggerakkan kemampuan dan energi kita untuk mewujudkan suatu capaian yang luar biasa – greatness. Voice – merupakan potensi terpendam, dan ini merupakan energi spiritual yang menggerakkan, memotivasi, menumbuhkan kesetiaan untuk mencapai capaian luar biasa.

Istilah tidak loyal, harus terus dicari penyebabnya atau ditanyakan kembali kepada kita semua yang merasa menjadi manajer / atasan mereka.

Saat memberikan pelatihan di hero dan istirahat siang tiba – pukul 12.30, beberapa karyawan yang sedang mengikuti pelatihan membicarakan atasan mereka. Terdengar salah satu diantara mereka memberikan pertanyaan kepada temannya “ Eh, kamu sih enak sama Bapak Djibril, segala macam diajari , dia baik ya , gimana sih cara kamu melakukan pendekatan kepadanya ?” Tanyanya agak sewot.

Mendengar pertanyaan ini, teman yang satu ini dengan gampangnya menjawab “ Tergantung kita juga, setiap diberikan tugas, kita harus mengerti benar tentang apa yang harus dikerjakan, bagaimana mengerjakannya, siapa saja atau unit mana yang terkait, kalau tidak selesai, apa dampaknya bagi orang lain ”. Jawab yang satunya.

“Pernahkah dimarahi atau dikatakan tidak loyal atau motivasinya rendah ?” tanyanya lagi dengan nada yang lebih tinggi.

Dengan santainya karyawan yang satu ini menjawab “ Orang dimarahi itu pasti ada sebabnya dan selama yang disampaikan atau penyampaiannya itu benar, kita harus menerimanya dengan senang hati dan berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama . Kalau dikatakan loyalitas atau motivasinya rendah belum pernah.” .

Selama tidak dilandasi oleh kesengajaan, semua orang bisa melakukan kesalahan. Manajer harus berani menegur, membimbing, mengarahkan serta memimpin bawahannya dengan situasi yang tepat, saat yang tepat serta derajat yang tepat ;

Sedangkan bawahan, harus memberikan rasa hormat dan secara tulus menerima semua pengarahan atau perbaikan yang diberikan oleh atasannya. Di dalam hidup ini harus saling mengingatkan, terlebih untuk menuju kebenaran dan menjadi orang yang sabar.

* Suyanto Suyadi adalah seorang trainer dan konsultan personal and organization development dari PT Sedya Sandika. Saat, ini sedang menulis sebuah buku tentang renungan bagi para manajer. Penulis dapat dihubungi melalui e-mail: ss_otnay@yahoo.com.

Baca Selengkapnya..

Blogspot Template by Isnaini Dot Com Powered by Blogger and Local Jobs